Dr. Patisina, ST.,M.Eng

Selamat Datang dan Selamat Belajar Bersama  Dr. Patisina, ST.,M.Eng

(Dosen Pascasarjana Psikologi Universitas Medan Area, International NLP Trainer by NFNLP-USA, Certified BNSP Master Trainer, Certified Assesor BNSP, Certified Life Coach Master Trainer, Hypnotherapy Trainer-IBH, Intsruktur Hipnoterapi PRAHIPTI, Direktur dan Founder LKP RBNLP dan Anggota PRAHIPTI, Owner Global Group)

Membangun Mental Positif

Seseorang yang memiliki mental Positif dalam menjalankan kehidupan yang ada di pikirannya adalah Kesuksesan dan Belajar. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk membangun sikap mental positif diantaranya jujur dengan diri sendiri, mampu mengelola emosi dan bagaimana melatih diri dalam merespon realitas. Seringkali Anda mundur dari kehidupan ini karena ketidaksiapan mental anda. Padahal kalau dipikir-pikir keputusan mundur itu dikarenakan oleh keragu-raguan Anda.  Lemahnya mental ini pula yang menyebabkan banyak orang tidak percaya diri. Ujung-ujungnya Anda lebih sering berpikir dalam dunia pikiran Anda dan menjauhkan diri dari sosialisasi dunia luar. Memperkuat mental ini tentunya tidak mudah, karena terpaan psikologis ketika menghadapi masalah jauh lebih besar dari efek-efek nyata yang terjadi di kemudian hari. Jadinya seringkali Anda menjumpai orang yang menyesal di kemudian hari karena keputusan mereka itu. Eh ternyata di dunia nyata tidak sesusah seperti yang Anda pikirkan. Akhirnya Anda menyesal dan berkata ‘kalau saja waktu itu mental saya lebih kuat, maka saya akan dengan mudah mengambil keputusan.  Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat sikap mental positif, salah satu teknik yang sering digunakan adalah visualisasi kreatif.  Dengan membayangkan dan fokus terhadap hal-hal yang anda inginkan dan bukan yang tidak anda inginkan. Selain Visualisasi kreatif ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk membangun mental positif diantaranya:

Langkah pertama adalah mengeluarkan pikiran negatif berlebihan tentang permasalahan yang Anda hadapi dari dalam pikiran dan perasaan Anda. Gimana caranya? Ya jalan satu-satunya adalah curhat, cerita  kepada yang profesional. Dengan sharing, Anda membantu diri Anda mengurangi beban yang ada dalam pikiran Anda. Ada manfaat lainnya juga, dimana ketika Anda curhat sebenarnya Anda sedang memecahkan masalah Anda lewat masukan orang lain. Jika pikiran Anda sudah terbebas dari masalah insyaAllah mental Anda akan siap menghadapi kasus yang serupa ataupun kasus baru yang muncul. Cobalah mengubah pola pikir masalah. Kalau selama ini masalah itu Anda pandang dari sisi negatifnya terus, tentu saja Anda lebih sering down, mental Anda jadi mental kerupuk, rentan rapuh. Nah, sekarang Anda balik persepsinya, mari Anda lihat masalah itu dari sisi positifnya. Jadi Anda lebih berfokus pada apa sebenarnya yang Tuhan ingin Anda sadari, Anda perlu menanamkan prinsip itu di kepala Anda. Coba list saja ada berapa hal positif yang bisa Anda dapatkan dari menghadapi masalah Anda. Saya jadi teringat kata orang bijak lagi, sang filosof berkata ‘masalah itu akan selalu bisa terpecahkan jika yang Anda pikirkan adalah solusinya’, atau juga ‘besar kecilnya masalah tergantung bagaimana respon pemikiran Anda’. Jika anda berfikir solusi maka setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. dalam hal ini bagaimana anda merespon masalah dan kejujuran anda dalam menyelesaikannya dituntut, karena dengan seringnya anda menyelesaikan sebuah masalah membuat kapasitas anda menjadi berkembang.  Lakukanlah olahraga secukupnya. Ada pepatah latin yang mengatakan bahwa Men Sana in Corpore Sano, yang artinya demikian ‘dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.’ Dengan kata lain, untuk membangun mental yang kuat juga harus didukung dengan kondisi fisik yang baik pula. Maka dari itu manfaatkan waktu lowong untuk melakukan olahraga. Paling tidak selain bisa jadi sehat, olahraga dapat menjadi pengalih konsentrasi berlebihan terhadap permasalahan sehari-hari yang Anda hadapi. Bersosialisasi sebanyak mungkin. Bangun jaringan pertemanan dengan siapapun sebanyak mungkin. Saya yakin, cobaan apapun sebenarnya tidak akan terasa jika ada teman-teman yang mau berbagi solusi pada permasalahan yang Anda hadapi. Kadang mereka tidak hanya berbagi solusi tapi mereka juga bisa cukup menghibur dengan lelucon mereka. Terakhir, untuk membangun mental yang kuat Anda itu harus punya prinsip. Apa itu prinsipnya? Jangan mudah menyerah karena ada satu kesalahan yang telah Anda buat. Ingatlah bahwa setiap orang bisa salah, sengaja atau tidak disengaja. Dan saya pikir memang, no body is perfect, isnt’t it? Lebih baik, ketika Anda berbuat satu kesalahan, marilah Anda susulkan dengan perbuatan-perbuatan baik atau prestasi yang lebih banyak lagi. Simply said, ketimbang Anda pikirkan satu kesalahan berlarut-larut, mending Anda buat banyak kebaikan atau karya-karya baru yang lebih bermanfaat.

Pensiun Sukses dan Mandiri di PT Hitachi Bersama Coach Dr Patisina

Pelatihan Pensiunpreneurship di PT HItachi bersama Dr Patisina

Mengapa ada pensiun sukses dan ada pensiun yang belum sukses? ternyata pensiun sukses dan belum sukses terletak di perilakunya. adapun perilaku orang-orang yang sukses setelah pensiun adalah tetap memiliki tujuan setelah pensiun, tetap bangun pagi 3 jam sebelum aktifitas, melakukan hal-hal yang sederhana tetapi menyenangkan seperti membersihkan rumah, merawat kebun, merawat binatang peliharaan merawat kendaraan dan lain sebaginya, selain itu kebiasaan membaca masih dilakukan oleh pensiun sukses, membangun relasi, membuat catatan harian apa saja hal-hal yang ingin dilakukan setiap harinya apakah bisnis, sosial maupun spiritual.

selain membangun perilaku yang positif seorang pensiun yang sukses memiliki Tujuan yang jelas setelah pensiun, apakah ingin menjadi pengusaha, pengiat sosial ataupun bergerak bidang keagamaan, ini penting sekali bagi pensiunan melakukan aktifitas baru yang disukai. Dan aktifitas ini harus dilandasi motivasi yang kuat, karena motivasi ini yang nantinya menjadi bahan bakar bagi perkembangan pensiunan. ada beberapa motivasi yang dimiliki pensiun sukses diantaranya kebebasan finansial, kedekatan dengan keluarga, menyalurkan hobi, spiritualitas dan religiusitas dan sosial dengan cara membantu orang lain. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca buku Pensiunprenership karya Dr Patisina.

setelah kita memiliki tujuan dan motivasi maka langkah selanjutnya adalah bagaimana cara anda menuju tujuan tersebut, maka pensiunan menyiapkan strategi dan perilaku yang tepat untuk menuju ke goalnya. ini yang biasa dilakukan oleh pensiun sukses, sedangkan pensiun yang gagal/belum sukses selalu mengganti ganti tujuannya, bukan memperbaiki strategi dan perilaku, malahan mengganti tujuannya sebagai contoh tujuan setelah pensiun ingin berbisnis kuliner namun kulinernya tidak berhasil maka berganti ke peternakan, ganti ke kebun  dan seterusnya sehingga keuangan menipis dan bahkan ada yang bangkrut, sakit-sakitan dan gejala psikologi yang lainnnya. Seharusnya yang dilakukan adalah belajar dari yang sudah ada dengan mengganti strategi atau ada perilaku yang mungkin tidak mendukung strategi dan tujuan. Dan yang paling mudah bagi pensiunan adalah melakukan strategi modeling, memodel pensiunan yang sukses dibidangnya. apa saja yang harus di model kita ikuti tulisan berikutnya….. Salam Sukses dan Sehat selalu…

Managing People for Excellence Performance by Coach Dr Patisina

Proses mengelola orang yang memiliki kinerja tinggi didalam organisasi membutuhkan sekian banyak keahlian. mulai dari merumuskan visi,misi dan value yang diterjemahkan menjadi strategi bisnis, struktur organisasi dan people model. Baik struktur organisasi maupun strategi bisnis dan people model ditentukan berdasarkan analisa yang dikembangkan oleh organisasi menggunakan analisis SWOT yang sudah dikembangkan oleh perusahan dengan melihat faktor internal maupun eksternal organisasi yang disesuaikan dengan ancaman dan peluang yang ada.
Adapun manfaat dari visi dan misi dalam organisasi adalah menjadi arah dan tujuan organisasi menjadi motivator bagi para anggota organisasi, menjadi tolak ukur keberhasilan organisasi, menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan organisasi, untuk mendesain kerja organisasi dan sebagainya. Oleh karena itu visi dan misi penting sekali bagi organisasi. Selain dari struktur organisasi dan bisnis strategi maka ada poeple model. Untuk People model ini harus dilengkapi dengan orang-orang yang kompeten. Kompetensi itu adalah serangkaian kumpulan perilaku yang meliputi pengetahuan keterampilan dan sikap yang secara bersama-sama menentukan keberhasilan kinerja pada suatu kondisi kerja tertentu. Ada tiga hal yang menjadi poin penting pada saat kita menyusun kompetensi yang pertama itu dapat diamati yang kedua dapat dikembangkan yang terakhir itu terukur, jadi ketiga hal ini penting dalam menentukan sebuah kompetensi. Kompetensi adalah kombinasi antara keterampilan skill yang tercermin dalam perilaku kerja atau perilaku kinerja yang dapat diamati diukur dan dievaluasi.
Makanya dari hasil unjuk kerja atau kinerja tadi lah kita menentukan produktivitas orang tersebut. Oleh karenanya dalam menyusun sebuah kompetensi, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan yang pertama adalah model kompetensinya, kompetensi fungsional, kamus kompetensi, profil kompetensi jabatan, asesmen kompetensi sampai program pengembangan kompetensi yang nantinya kita dapat implementasikan untuk perencanaan tenaga kerja, untuk analisis jabatan, seleksi karyawan evaluasi jabatan penggajian pelatihan penilaian kinerja sampai dengan manajemen karir. Adapun untuk kompetensi umum atau kompetensi inti biasanya merupakan kompetensi generik yang harus dimiliki oleh seluruh karyawan hal ini merupakan penjabaran dari visi misi dan strategi dan nilai-nilai perusahaan. Sedangkan untuk kompetensi fungsional ini merupakan kompetensi yang membedakan satu pekerjaan dengan bidang pekerjaan yang lainnya atau penjabaran kompetensi berdasarkan tuntutan pekerjaan. Kompetensi manajerial atau struktural merupakan potensi yang membedakan posisi manajerial atau penjabaran kompetensi berdasarkan fungsi struktural dalam sebuah organisasi. Untuk manajemen people for excellent performance maka ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki misalnya pelayanan prima.
Pelayanan Prima adalah Suatu sikap atau cara karyawan dalam melayani pelanggan secara memuaskan. Bagaimana kita tahu bahwa pelanggan itu sudah puas, berarti ada ukuran kepuasannya, misal nya dengan customer satisfaction index. Untuk mencapai kepuasan pelanggan, diperlukan strategi yang tepat dan perilaku yang efektif disertai dengan motivasi yang kuat untuk mencapai goal tersebut.
Motivasi adalah bahan bakar atau amunisi yang harus dimiliki oleh organisasi atau karyawaan dalam mencapai goalnya. ada beberapa jenis motivasi, ada motivasi yang datang dari internal pribadi maupun eksternal, motivasi ketakutan, rasa cinta, spiritualitas, kesenangan, kebahagian, sosial, bermanfaat untuk orang lain (Patisina, 2020). Adapun perilaku atau sikap dan strategi yang bisa dilakukan untuk menjalankan pelayanan prima adalah penampilan yang serasi, berpikir positif, Sikap saling menghargai, mendengarkan, mengamati dengan seksama, memberikan perhatian, mencatat kebutuhan, menegaskan kembali kebutuhan klien atau pelanggan atau klarifikasi kebutuhan pelanggan, mewujudkan kebutuhan atau keinginan dan menyatakan terima kasih kepada pelanggan. Adapun strategi yang bisa diterapkan adalah strategi komunikasi dan kemampuan membangun relasi.
Dalam membangun komunikasi dan relasi, kita perlu memahami konsep terbentuknya perilaku. Perubahan perilaku sangat ditentukan oleh berbagai hal, misalnya emosi, belief, value, motivasi, bahasa, pengalaman masa lalu, pendidikan, pengalaman hidup dan sebagainya. Misalnya seseorang emosi dengan rekan kerjanya, namun dia pada saat itu lagi menangani klien nya bisa jadi emosi yang terjadi dengan rekan kerja akan terbawa pada saat dia melakukan pelayanan terhadap pelanggannya. Apalagi pada saat menangani komplain pelanggan, jangan-jangan kita juga ikutan komplain dengan pelanggan kita. Pertanyaannya bagaimana cara kita mengelola emosi? ada dua hal yang menyebabkan orang emosi. Pertama adalah fisiologi yang kedua adalah internal representasi. Fisiologi adalah gerakan kita yang lakukan, supaya kita emosinya positif makanya bisa melakukan beberapa gerakan seperti olah raga ringan, jalan santai, yoga, meditasi dan sebagainya sesuatu gerakan yang membuat kita senang melakukannya. Kedua adalah internal representasi misalnya bacaan, tontonan, musik, tergantung yang mempengaruhi emosi positif atau negatif. Supaya emosi positif maka Internal merepresentasikan harus positif yang kita masukan ke MAP nya kita. Dengan memahami bagaimana perilaku terbentuk, maka kita dapat mengelola orang sesuai dengan apa yang mempengaruhi perilaku tersebut, disini kita harus memiliki kemampuan klarifikasi dan bertanya yang tepat dalam menggali bagaimana terbentuknya perilaku tersebut atau sumber perilakunya. Misalnya seseorang itu datang terlambat pada saat rapat, namun kita sudah melakukan proses label dengan kata-kata pemalas, padahal kata pemalas sudah masuk wilayah karakter seseorang, datang terlambat adalah behavior sedangkan pemalas adalah karakter, dua kata ini sangat mempengaruhi cara kita melihat seseorang. Kalau kita mengamati dari segi perilaku maka kita akan bertanya mengapa dia terlambat? apa faktor yang menyebabkan dia datang terlambat, sehingga kita dapat mencari akar masalahnya untuk dicarikan solusinya. Namun kalau sudah di cap dengan pemalas, maka kita pun akan malas juga mengundangnya di pertemuan berikutnya.
Selain kemampuan memahami behavior terbentuk, bagaimana kemampuan kita membangun kedekatan dengan klien kita, bawahan kita atau rekan kerja, dengan cara memahami saluran komunikasi. Bagaimana saluran komunikasi seseorang misalnya saluran komunikasi itu ada visual, auditory, kinestetik, olfactory dan gustatory representasi dari visual misalnya kata-kata melukiskan membayangkan,melihat, cerah, kabut dan sebagainya. Auditori adalah suara, bisikan, teriakan, merdu, mendengar, terdengar, Kinestetik seperti halus, hangat, panas, menggenggam, rasa. Olfactory seperti wang,i harum, mencium aroma, dan gustatory seperti, rasa pahit, kecut, mencicipi, hal ini kita amati dari segi predikat. Teknik yang lainnya dapat diamati dari segi pola gerak mata atau kecenderungan gerak mata. Untuk Visual ketika dia berpikir maka matanya ke kanan kalau mengingat ke kiri atas. Auditory jika berfikir ke kanan samping, mengingat ke kiri samping, Kinestetik jika berfikir ke kanan bawah kalau mengingat ke kiri bawah. Dalam komunikasi kita dapat membangun kedekatan dengan rekan kerja menggunakan saluran komunikasi ini, sehingga lebih nyambung. Kalau kita sudah dekat dengan pelanggan kita maka selanjutnya adalah kita membangun namanya bukti atau trust building. Kepercayaan yang sudah dibangun harus dengan maintain sebaik mungkin. Untuk mengelola orang diperlukan kemampuan leadership yang kuat. Menjadi leader yang kuat harus di dukung oleh kemampuan penyembuhan mental, kemampuan menggali potensi diri dan membuat hidup bermakna. Jim Collins dalam bukunya Good to Great seorang pemimpin harus memiliki sikap kerendahan hati dan tekad yang kuat.
Mengapa seorang leader harus memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit mental, karena berhadapan dengan banyak orang dengan perilaku yang berbeda, persepsi yang berbeda dan ini pastinya menguras emosi yang tinggi. Oleh karena itu kita harus mampu menyembuhkan penyakit mental ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam menyembuhkan penyakit mental misalnya kita bisa memisahkan apa yang kita inginkan dengan apa yang tidak kita inginkan. Menurut Prof David Almeida untuk mengurangi stres kita bisa berolahraga, mengeluarkan keringan, tertawa, selalu bersyukur, bisa melakukan pijatan dan sering makan sayur serta buah-buahan. Kenapa hal ini penting karena emosi itu kalau kita tidak tangan ni makanya akan berpengaruh terhadap tubuh kita dan emosi yang terus kita tumpuk itu bisa menjadi bahan bakar yang menghabisi diri kita. Untuk mengurangi bahan bakar tersebut dengan bercerita menemui orang-orang yang kita anggap mumpuni, menangis atau melakukan teknik terapi self hypnosis, hipnoterapi, neuro-linguistic programming, Yoga dan meditasi. Intinya bagaimana cara kita mengekspresikan emosi tersebut sehingga tubuh kita tetap menjadi sehat. Kalau tubuh kita sudah sehat maka Apa yang harus kita lakukan kita bisa mengembangkan potensi yang ada pada diri kita. Kenapa demikian, menurut teorinya Paul Maclean bahwa manusia memiliki kemapuan atau potensi yang dapat dikembangkan, dengan konsep Triune brain menyatakan bahwa otak kita itu terbagi menjadi tiga bagian yang pertama adalah reptilian yang kedua adalah limbic system yang ketiga adalah otak Neo Cortex. Manusia itu memiliki otak visual atau neocortex, otak berpikir otak solusi Nah makanya kita bisa mengembangkan diri kita untuk ke arah yang lebih baik. Namun di sisi lain kita punya kemampuan juga mengembangkan otak reptil dan mamalia. Ketika kita sudah mampu mengembangkan potensi yang kita miliki langkah selanjutnya adalah bagaimana membuat hidup kita bermakna bagi orang lain dengan cara mambantu orang meningkatkan potensi yang dimilikinya. Dengan cara melakukan komunikasi yang baik dengan diri sendiri dan orang lain. Komunikasi ini sering disebut sebagai komunikasi interpersonal.
Virginia Satir menyatakan bahwa komunikasi adalah dua orang yang saling memberi dan menerima makna makna sedangkan, interpersonal adalah segala sesuatu yang kita gunakan ketika kita berkomunikasi langsung dengan orang lain. Dan biasanya masalah hubungan interpersonal itu adalah masalah minder, takut tidak dianggap atau dicuekin, takut dianggap bodoh atau mungkin orang lain juga berpikiran sama dengan anda bahwa apa yang anda fikirkan sama dengan mereka. Sebenarnya kita bisa melihat bahwa ketertarikan orang dengan orang lain itu karena ada unsur kesamaan misalnya orang akan menyukai orang lain yang mirip sama dengan dirinya, perilakunya, hobinya, kata-katanya, cara berfikirnya, gerakan mata, dan sebagainya. Kita dapat membangun kedekatan dengan membangun persamaan.
Silakan teman-teman menjawab pertanyaan di bawah ini ketika orang diam kira-kira apa persepsi anda? Ketika ada sedan melaju dengan kencang padahal anda mengemudi sangat pelan sekali kira-kira apa persepsi anda? Atau ketika ada orang datang ke kantor anda pakai celana pendek, baju kaos dan sobek kira-kira apa persepsi anda? Dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata semuanya itu karena persepsi yang ada dalam pikiran kita bukan realitas yang sesungguhnya dan masing-masing orang pasti memiliki jawaban yang berbeda terhadap realitas tersebut. Dari sini kita dapat sebuah kesimpulan bahwa manusia sesungguhnya bereaksi dengan persepsinya bukan terhadap realitasnya. Oleh karenanya maka Apa yang harus kita lakukan dalam Memahami sebuah komunikasi kita harus menghormati cara orang lain membentuk dunianya, tidak ada orang yang kaku hanya seorang komunikator yang kurang fleksibel. Padahal dalam komunikasi itu bukan salah dan benar tetapi makna Komunikasi itu adalah respon yang anda peroleh jika respon tersebut tidak sesuai dengan yang anda harapkan maka silakan Anda ganti strateginya. Selain itu apa yang harus dilakukan untuk membangun kedekatan dengan klien kita yang pertama Ya bangun rapport building.
Rapport building itu adalah merupakan pondasi utama dalam seni komunikasi dan merupakan gerbang untuk memulai sebuah persuasi dalam komunikasi apa yang kita lakukan dalam membangun kesamaan. Bisa kesamaan sikap dan Gerakan tubuh, mimik dan ekspresi wajah yang sama, pola nafas yang sama, aksen yang sama, kecepatan komunikasi yang sama, gaya bicara yang sama. Dalam teori komunikasi Mehribian, Komunikasi itu adalah fisiologi itu 55%, 38% adalah modulasi suara, 7% adalah kata-kata sehingga ketika kita ingin membangun kedekatan dengan lawan bicara kita kita bisa menggunakan pendekatan fisiologis, linguistic,ide gagasan, minat,hobi, visi pilihan kata intonasi dan sebagainya. Selain itu apa yan harus kita pahami dalam mengelola orang adalah dengan memahami motivasi yang dimiliki orang tersebut. Memahami sebuah motivasi, arah Motivasi,dasar motivasi, sumber motivasi. Misalnya orang yang motivasinya reward akan berbeda pendekatannya dengan punishment, orang prosedural akan berbeda pendekatan dengan opsional, yang internal akan berbeda dengan eksternal motivasi.
Setelah memahami motivasi sebagai bahan bakar untuk mencapai goal, maka bagaimana kita melakukan fasilitasi atau pendampingan untuk mencapai goal tersebut. Maka dibutuhkan keahlian coaching. Untuk menjadi coach ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. Misalnya nya goal oriented, Efective habits, Time line, antusias, grooming, Never stop learning. Defenisi coaching adalah proses perjalanan sukses dengan cara memfasilitasi klien membuka, mengembangkan dan menggunakan potensi yang dimiliki untuk meraih kehidupan yang diinginkannya lewat strategi yang benar dan kebiasaan yang efektif. Dalam sesi coaching, coachee adalah orang yang paling tahu tentang apa yang terbaik bagi dirinya. Coachee adalah orang yang penuh dengan sumber daya, keputusan yang diambilnya adalah berdasarkan sumber daya yang disadari, kegagalan atau keberhasilan adalah sumber daya dalam sebuah coaching. Ada beberapa manfaat ketika kita melakukan sesi coaching yang pertama adalah coaching mampu memperbaiki keseimbangan antara kerja dan kehidupan, coaching menemukan atau membuat rencana masa depan, memahami target tujuan, mengurangi stress, meningkatkan motivasi, disiplin, dorongan internal, mengelola emosi, meningkatkan kesehatan kebugaran pola hidup, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kesejahteraan, keuangan dan sebagainya.
Dalam sesi coaching kita harus memperhatikan bahwa goal nya, motivasi, strategi dan perilaku yang tepat. Strategi apa yang harus kita miliki untuk mencapai tujuan tersebut yang kedua perilaku efektif yang seperti apa yang harus kita miliki untuk mencapai tujuan tersebut namun ketika tujuan itu tidak tercapai maka yang perlu kita ganti adalah strategi dan perilakunya bukan mengganti tujuannya. Kalau mengganti tujuannya berarti tujuan tersebut tidak memiliki motivasi yang kuat. Namun menjadi seorang coach ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki yang pertama adalah kemampuan membangun trust building yang kedua adalah kemampuan listening yang ketiga adalah kemampuan bertanya yang keempat adalah proses monitoring dan yang kelima adalah proses supporting. Kemampuan listening adalah seorang pun harus benar-benar mampu mendengarkan memahami dan bertanya. Konsep mendengarkan bisa disebut dengan MADU. M yang pertama adalah menatap wajah, A adalah anggukan kepala, D adalah diulangi dengan kata singkat wow oke terus dan sebagainya dan U adalah ulangi kata yang tidak Anda mengerti atau bisa dengan klarifikasi kata-kata yang tidak ada mengerti. Contoh pertanyaan yang memberdayakan sebagai seorang coach adalah seperti pola negative question selanjutnya closed ended, open-ended, Focus question, creating effective habit. 5 langkah ini adalah teknik-teknik pertanyaan yang bisa dipakai untuk melakukan sesi coaching.
Contoh pertanyaan negative qestion misalnya kita bisa menggunakan pertanyaan mengapa sampai saat ini kamu masih gagal menurunkan berat badan? Close ended, Adakah caranya untuk menurunkan berat badan? Open ended, Bagaimana cara anda menurunkan berat badan 5 kilo atau 10 kilo dalam waktu 1 bulan? Focus question,kira-kira Menurut anda apa cara yang paling mudah paling sederhana untuk memulai langkah pertama? creating effective habits, kira-kira cara paling mudah seperti apa saja yang apabila anda lakukan setiap hari akan membuat berat badan Anda turun 5 kilo dalam waktu 1 bulan? Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kita bisa melihat bahwa kita mengarahkan klien kita atau orang-orang tersebut untuk menjawab persoalan-persoalan dengan mencari solusi solusinya kita bisa juga melihat bahwa proses pertanyaan itu dimulai dari proses reptilian dan mamalian terakhir kita mengajak mereka untuk berpikir menyelesaikan persoalannya. Namun ketika mereka tidak mampu menjawab pertanyaan misalnya Adakah caranya ketika mereka menjawab tidak ada, ada sebuah metode yang dikembangkan oleh Marilyn Atkinson untuk menggali potensi yang mereka miliki atau mengembangkan neo cortex nya. Metode ini disebut dengan Mentor table. Mentor table ini adalah salah satu teknik Erickson Coaching yang dikembangkan oleh Atkinson. Ada beberapa langkah dalam pelaksanaannya. Langkah yang pertama tanyakan klien tempat terbaik untuk bertemu dengan para mentor, Tanyakan klien siapa 3 mentor yang akan diajak diskusi secara imajiner, fasilitasi klien untuk melakukan diskusi secara imajiner, akhiri sesi dengan menanyakan ide apa yang didapatkan selama diskusi secara imajiner. Ada enggak ide-ide yang bisa mereka dapatkan yang bisa mereka implementasikan untuk persoalan yang mereka hadapi. Selamat Mencoba.
Coach Dr. Patisina
Direktur LKP Rumah Belajar NLP dan Dosen Pascasarjana Psikologi UMA

Stress Management Berbasis NLP dan Hypnotherapy

Stress Management Berbasis NLP dan Hypnotherapy bersama Coach Dr Patisina,

Dalam Pelatihan ini di buka oleh Ketua Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Eny Retno Yaqut Cholil Qoumas dan dihadiri juga oleh  Wakil Ketua Penasehat DWP UP Kemenag Halimah Zainut Tauhid Sa’adi, Kepala Cabang BSI Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, perwakilan PT. Garuda Indonesia Laily Irani (Unit NH), Kurniati Rahayu (Unit NH), perwakilan Saudia Arabian Airlines Indonesia, Australia & New Zealand Dewi Untari (Dept.Haji & Gov Affairs), Nia Ruhania (Secretary to DU), serta Pengurus Dharma Wanita Persatuan UP Ditjen PHU, seluruh Panitia dan Peserta Pelatihan Hypnoterapy.

Stress bukan persoalan berat dan ringannya, tetapi sejauh mana kita tetap menyimpannya, semakin lama disimpan semakin berat yang ini akan mengakibatkan gejala fisik, emosi dan pemikiran. Oleh karena nya perlu penanganan yang terpadu antara NLP dan Hypnotherapy. Dalam pelatihan ini diajarkan bagaimana peserta mampu mengelola emosi yang ada pada dirinya,mengembangkan potensi yang dimiliki dan membuat hidup jauh lebih bermakna. pada prinsipnya behavior dapat diubah dengan mengubah mindset yanga ada pada diri orang tersebut. Dengan memahami pola motivasi terbentuk, belief and value, emosi, keputusan, deletion, distorsi dan generalisasi maka nya ada beberapa teknik terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi emosi.

Pelatihan yang di jadwalkan sampai jam 20.00 terpaksa hrus mundur sampai jam 22.00 WIB karena peserta sangat antusias dalam menjalankan teknik-teknik terapi dan ini mengasikkan buat semuanya..

 

Islam dan Kewirausahaan

Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah proses identifikasi dan eksploitasi peluang bisnis antara individu
dan peluang. Kewirausahaan merupakan kegiatan inovasi dan kreativitas yang
diimplementasikan dalam sebuah jasa atau produk (Baum dkk, 2007:1-18). Selain inovasi dan kreativitas, kewirausahaan merupakan bagaimana menciptakan peluang dengan cara mengelola risiko,baik usaha yang sedang berjalan maupun usaha yang baru dimulai (Suryana dan Bayu,2011:54). Kewirausahaan penting untuk menciptakan lapangan kerja, kemajuan ekonomi dan masyarakat, bangsa dan negara serta upaya inovasi. Khairani dalam bukunya Psikologi Industri dan Wiraswasta Menyebutkan bahwa, wirausaha berkaitan dengan mental, pola pikir, mandiri, bertanggungjawab, mengelola risiko dan pengembangan diri sendiri (Khairani, 2014:3).
Selain kreativitas, minat berwirausaha dapat dibentuk dengan sikap mandiri, sikap
motivasi yang datang dari internal maupun eksternal (Lester dan Alice. 1999:303).
Kewirausahaan juga dapat dilihat dari bakat atau ketertarikan seseorang terhadap usaha yang dilihat dari keluarga.Dalam hal ini keluarga yang menjalankan aktivitas sebagai wirausahawan sehingga lebih mudah beradaptasi dalam mengembangkan jiwa kewirausahaannya (Kasmir, 2007:38). Pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang yang sukses, dapat menjadi motivasi dalam memulai usaha (Kasmir, 2007:39). Dengan berwirausaha seseorang dapat meningkatkan harga diri, lebih terkenal, dan dapat menghindari dari ketergantungan terhadap orang lain. Kondisi lingkungan dan tempat tinggal atau sering disebut komunitas sangat penting dalam menunjang minat berwirausaha sehingga orang termotivasi menjadi entrepreneur.

Motivasi internal maupun eksternal, sikap mandiri, keberanian mengambil risiko dapat
membentuk jiwa entrepreneurship. Pendidikan kewirausahaan diharapkan dapat membentuk life skill, dengan kurikulum yang terintegrasi yang dapat dipahami oleh wirausaha dan calon wirausaha (Hasbullah dan Jamaluddin, 2013:1-13).

Islam memandang wirausaha sebagai sesuatu kewajiban, karena peran sebagai khalifah
dimuka bumi yang antara lain adalah untuk memakmurkan bumi.Pengusaha yang religius akan mampu meningkatkan aktivitas wirausaha (Fauzan, 2014:147-157). Pengusaha yang religius akan menerapkannya dari segi perilaku ekonomi dan kewirausahaan. Sikap seorang wirausaha adalah kemampuan wirausaha dalam mengelola persaingan dan menciptakan positioning di pasar (Robinson dkk, 1991:13-31).Kewirausahaan adalah kemampuan dalam mengidentifikasi peluang, menciptakan peluang dan menjalankan apa yang sudah menjadi komitmen (HilldanWright, 2000:23-46). Kewirausahaan juga dapat diartikan sebagai bagaimana proses pengelolaan input, baik berupa sumber daya manusia, modal, keahlian dan sebagainya menjadi output yang berupa produk maupun jasa (Morris, Lewis, & SeXton, 1994:21-31). Perilaku seorang wirausaha adalah bagaimana kemampuan memotivasi diri dalam mendeteksi peluang, menciptakan peluang dan implementasi peluang jadi bisnis (Botsaris dan Vamvaka, 2012:155-172) evaluasi dan memaksimalkan kesempatan yang diberikan kepadanya (Shane dan Venkataraman, 2000:26-217).

Islam dan Kewirausahaan

Selain waktu, seorang enterpreuner harus mampu menyinergikan antara alam, manusia dan Allah SWT. Oleh karena itu, pengusaha muslim wajib mandiri, karena perannya sebagai khalifah dimuka bumi adalah untuk memakmurkan alam. Untuk memakmurkan alam, selain manusia harus sehat secara fisik, juga harus sehat secara mental. Muslim yang kuat adalah muslim yang mandiri secara ekonomi. Menggunakan otot dan otaknya untuk memakmurkan alam dan berbuat baik dengan alam. Semuanya harus dilandasi dengan akal yang positif dan hati nurani yang ikhlas (Patisina, 2017).
Akal positif menggunakan cara-cara yang benar dalam mengelola sumber daya alamnya.
Sedangkan hati nurani digunakan untuk menjaga bahwa pengelolaannya tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku, baik aturan manusia maupun aturan Allah SWT. Kemandirian menjauhkan dari kekufuran. Usaha itu berhasil karena adanya kerja keras (otot), kerja cerdas (akal) dan kerja ikhlas (hati nurani). Jadikan otot sebagai pekerjanya, akal jadi manajernya dan hati nurani sebagai direkturnya.
Pencapaian kemandirian bagi wirausaha dilanjutkan dengan membangun sirkulasi
ekonomi. Harta diibaratkan air yang mengalir.Jika diam, maka air akan keruh.Agar harta menjadi bersih dan jernih maka harta harus disalurkan ke orang-orang yang membutuhkan. Ini sekaligus membangun hubungan sesama manusia, dengan cara melakukan amal saleh. Orang yang melakukan amal saleh sama dengan mengumpulkan energi positif yang ada pada dirinya. Pengusaha yang baik, dalam beramal pasti dilandasi dengan kecintaan, karena rasa cinta terhadap sesama membuat manusia melakukan amal saleh. Kecintaan ini menurut Hawkins memiliki energi positif. Apalagi rasa cinta ini mengharapkan rida dari Allah SWT, maka energi yang dimiliki sangat tinggi.
Untuk perannya sebagai hamba Allah, maka seorang entrepreneur muslim memiliki
kelekatan kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia. Bahwa manusia selalu mengharapkan kelekatan kepada Allah SWT, semuanya harus berlandaskan kepada positive thinking dan ikhlas. Akal yang sehat selalu berpikir positif, hati nurani yang sehat selalu ikhlas. Akal dan hati nurani merupakan fitrah yang dibawa manusia sejak lahir yang butuh bimbingan Allah SWT.
Entrepreneurship yang dilandasi positive thinking, otaknya akan sehat dan jernih. Mereka
akan menggunakan hati nuraninya sehingga hati nuraninya menjadi bersih. Sebagai contoh, jika mengedepankan positive  thinking terhadap Allah, maka manusia akan memaksimalkan fungsi otak dan hati nuraninya dalam menjalankan kehidupan. Mengerjakan sesuatu yang menjadi keputusan Allah SWT dan meninggalkan sesuatu yang menjadi larangan Allah.Positive thinking dengan manusia, banyak menolong dan berbuat baik sesama manusia (amal saleh).Positive thinking dengan alam, dengan banyak-banyak menanam pohon, memelihara alam, dan mengelola alam dengan sebaik mungkin.
Seorang entrepreneur muslim yang baik, selalu ikhlas dalam berpikir, bersikap dan
bertindak. Entrepreneur harus ikhlas kepada Allah dengan cara beribadah kepadanya, baik ibadah umum (mencari nafkah) maupun ibadah ritual (salat, zakat, sedekah, dan lain-lain) ataupun segala bentuk perintah dan larangan Allah SWT.Manusia harus menjalankan dengan penuh keikhlasan. Ciri-ciri ikhlas itu atas kemauan sendiri, sabar, rendah hati, dan syukur. Ikhlas saat melakukan ibadah, maka hidup akan tenang, kecerdasan spiritual meningkat, lebih bahagia,lebih sejahtera, lebih sabar, dan tidak mudah stres. Ikhlas terhadap manusia dalam hal bermuamalah sangat penting, karena manusia banyak berinteraksi dengan orang yang memiliki perbedaan karakter yang berpotensi bersinggungan dan menimbulkan konflik.
Pengusaha muslim yang ikhlas, akan lebih mudah menerima dan menghargai perbedaan. Manfaat keihklasan adalah tidak mudah stres, banyak teman, empati terhadap orang lain karena bisa memahami perbedaan, meningkatkan kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, dan meningkatkan rasa aman. Ikhlas kepada alam dengan diwujudkan dengan cara menjaga dan merawat serta mengelola alam sesuai aturannya. Dengan demikian, hidup lebih sehat karena alam terawat, terhindar dari bencana alam, semakin dekat dengan alam, karena semakin terjaga, hidup lebih nyaman, lebih bahagia, hidup lebih sejahtera, tidak mudah stres, dan lebih kreatif.
Akal yang sehat dan hati nurani yang bersih bersumber dari Alquran dan hadis.
Penelitian Hans Spemann (2003: 13-38) menunjukan bahwa, manusia melekat pada Allah
SWT. Hans Spemann adalah ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan penghargaan Nobel bidang kedokteran pada tahun 1935.Ia berkesimpulan bahwa, asal mula manusia dari tulang ekornya.  :“Setiap anak cucu Adam dimakan tanah kecuali tulang ekor. Dari situlah ia diciptakan dan dari disitulah ia disusun (kembali). Ini juga yang dilakukan para ahli metafisika guna meditasi menggunakan tulang ekor sebagai tempat munculnya cakra suci (Bakrie, 2017:28).
Selain tulang ekor, dalam tubuh manusia terdapat jantung yang memiliki fungsi yang sama dalam mengendalikan tubuh dan pikiran. Konsep Neurocardiology, yang telah diteliti oleh berapa ilmuwan di antaranya Dr. Paul Pearsall dalam bukunya The Heart’s Code (Harmony, 1999) menyatakan bahwa, jantung mampu mengingat, merasa dan menyebarkan komunikasi ke otak dan ke seluruh tubuh manusia. Lebih lanjut beliau menyatakan, saat Anda merasa sedih atau gembira tanpa sadar Anda akan meletakan tangan Anda di dada. Aubert dan Verheyden melihat ada hubungan antara otak dan hati (2008; 15-17). Selain itu, gelombang ketika bahagia akan lebih stabil di jantung. Begitu juga sebaliknya, jika depresi maka terjadi ketidakteraturan gelombang jantung.
Dr. Gary dalam penelitiannya tentang transplantasi jantung mengatakan bahwa, kasih
sayang ibu terhadap anaknya tidak bisa terlupakan. “Kami melakukan operasi pencangkokan jantung pada seorang anak yang berasal dari anak lain yang telah meninggal. Ibu anak yangtelah meninggal berkata:“Setiap kali saya memeluk anak ini, saya merasa kalau anak saya berkata: saya masih hidup padahal ini bukan anak saya.”(Pearshall dkk, 2005:1-11). Saat dilakukan pengecekan hati dengan HRV (Heart Rate Variabelity) melalui deteksi warna, ternyata warna merah menunjukan bahwa manusia sedang mengalami emosi negatif semisal frustasi, stres, cemas, dan lain-lain. Warna biru mencerminkan tengah-tengah, yang artinya ia tidak terlalu larut dalam kesedihan dan juga tidak terlalu larut dalam kesenangan. Warna hijau menunjukan bahwa perasaan manusia sangat positif dengan arti kata bahwa ia merasakan kedamaian, kebahagiaan, riang dan kerelaan (Aubert dan Verheyden, 2008: 15-17).
Sebelum neurocardiology berkembang seperti di abad sekarang, Alquran sudah menyatakan jauh-jauh hari menyatakan bahwa hati merupakan pusat berpikir manusia dan sekaligus tempat letaknya keimanan manusia, sebagaimana firman AllahQS. Al-Arâf [7]:179 yang artinya:
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin
dan manusia, mereka mempunyai qalbu,tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk melihat(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka-mereka
mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka
itulah orang-orang yang lalai. (Al Haram, 2016: 174).
Menjadi entrepreneur muslim harus mampu memadukan antara otak dan hati nurani. Cara berpikirnya tidak melupakan Allah SWT yang menciptakan manusia. Otot dipergunakan sebagai pekerja, otak sebagai manajer, hati sebagai direktur, dan Allah SWT sebagai komisarisnya. Maka setiap usaha yang dijalankan akan merasa diawasi oleh Allah SWT. Karena hati juga berpikir layaknya otak manusia berpikir. Sesuai dengan firman Allah SWT QS. Al-Hajj[22]:46 yang
artinya:
“Maka tidak pernahkah mereka berjalan dimuka bumi, sehingga hati (akal) mereka
memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang
buta, tetapi yang buta iyalah hati yang di dalam dada.”(Al Haram, 2016: 337).

 

Modul Pelatihan dan Pengembangan Organisasi

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?
Reload Reload document
| Open Open in new tab

RPS Pelatihan dan Pengembangan Organisasi

[pdf-embedder url=”http://patisina.blog.uma.ac.id/wp-content/uploads/sites/730/2023/09/RPS-Saja-Pelatihan-Pengembangan-2023.pdf” title=”RPS Saja Pelatihan & Pengembangan 2023″]

Coaching Meningkatkan Kinerja Karyawaan By Dr. Patisina

Coaching Meningkatkan Kinerja Karyawan

Pada saat sesi pelatihan NLP for Motivation di salah satu perusahan swasta, ada salah satu peserta yang bertanya bagaimana membangkitkan motivasi yang sudah hilang atau demotivasi. Beliau sekarang  bekerja di bagian analis data. Sehingga tidak memiliki semangat dalam bekerja. Dalam sesi pelatihan yang saya lakukan, saya bertanya, sebut saja namanya pak Ahmad. Dengan menggunakan teknik meta model untuk menggali lebih lanjut apa yang membuat beliau demotivasi.  Berikut kira-kira kutipan diskusi kami selama dikelas pelatihan:

Saya    :  Pak Ahmad, “Bagaimana kamu merasa tentang pekerjaanmu saat ini?”

Ahmad : Saya merasa bosan dan tidak terstimulasi.

Saya : Bosan dan tidak terstimulasi dengan apa?

Ahmad : Tugas-tugas saya selalu sama dan tidak ada hal yang baru yang saya pelajari.

Saya: Apa yang membuat tugas-tugasmu selalu sama?

Amad: Saya selalu diberikan tugas yang sama setiap minggu.

Saya: Apa yang membuat tugas-tugas tersebut tidak menarik bagimu?

Ahmad : Mereka tidak memiliki dampak yang besar pada perusahaan dan tidak membuat saya merasa bahwa pekerjaan saya penting.

Saya: Bagaimana kamu merasa tentang pekerjaanmu memiliki dampak besar pada perusahaan?

Ahmad: Saya akan merasa lebih terstimulasi dan memiliki motivasi yang lebih tinggi jika pekerjaan saya memiliki dampak yang besar.

Saya: Apa yang membuat kamu merasa pekerjaanmu tidak penting?

Ahmad : Saya tidak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek penting dan tidak merasa bahwa tugas-tugas saya memiliki dampak langsung pada perusahaan.

Saya: Bagaimana jika kamu memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek penting dan tugas-tugasmu memiliki dampak langsung pada perusahaan?

Ahmad : Saya akan merasa lebih terstimulasi dan memiliki motivasi yang lebih tinggi.

Dengan menggunakan teknik Meta Model, atasan dapat memahami apa yang memotivasi karyawan dan apa yang membuat mereka merasa kurang terstimulasi. Atasan dapat membuat perubahan-perubahan yang membantu meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Dengan mengunakan teknik meta model sebagai atasan mampu menggali akar persoalan dari karyawaan sehingga terjadi demotivasi, apakah persoalan kemampuan, persoalan pribadi atau persoalan motivasi dan psikologi yang lainnya. Dari akar masalah ini kita akan jauh lebih mudah memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi Karyawan.

Untuk memperkuat motivasi pak Ahmad saya mempergunakan teknik WFO Timeline, dengan meminta beliau menuliskan outcome nya dalam waktu dekat, meminta beliau membayangkan outcome tersebut dan meminta beliau juga menuliskan mengapa outcome tersebut penting bagi beliau, apa yang membuat beliau bergairah mewujudkan outcome tersebut. Menggunakan timeline saya meminta beliau berdiri dan membayang sebuah garis dari outocome menembus dirinya dan membuat sebuah garis besar selebar bahu yang nantinya menjadi jalan menuju ke outcome tersebut.

Sebelum beliau melangkah menuju masa depan tersebut saya bertanya apakah anda yakin bahwa masa depan tersebut bisa anda raih? Beliau menjawab belum yakin. Selanjutnya saya bertanya lagi, apa yang membuat kamu tidak yakin? Pak Ahmad menajwab, dulu saya pernah merasa yakin atas sesuatu tetapi saya tidak dapat menjalankanya. Tepatnya kapan peristiwa tersebut, Tanya saya. Sekitar 5 tahun yang lalu. Akhirnya saya meminta beliau menarik garis ke masa lalu, dan mundur menuju masa lalu tersebut. Dengan menggunakan teknik submodality dan perceptual position akhirnya dia bisa menerima masa lalu sebagai sumberdaya. Setelah itu, baru dilanjutkan teknik WFO Timeline menuju masa depan yang menjadi tujuan.  Setelah sesi pak Ahmad menjadi bersemangat untuk menjalankan kegiatannya lagi, dan usulan tetap dilanjutkan ke pimpinan yang diatasnya.